Metode Deteksi Kanker Paru sederhana untuk Indonesia dari FKUI-RSUP Persahabatan

 Home / Berita /Metode Deteksi Kanker Paru sederhana untuk Indonesia dari FKUI-RSUP Persahabatan
Metode Deteksi Kanker Paru sederhana untuk Indonesia dari FKUI-RSUP Persahabatan

Metode Deteksi Kanker Paru sederhana untuk Indonesia dari FKUI-RSUP Persahabatan

Jakarta. Lagi-lagi peneliti FKUI - RSUP Persahabatan menciptakan inovasi dalam dunia kedokteran saat ini,  metode sederhana  dalam deteksi Kanker Paru telah berhasil ditemukan. Metode deteksi Kanker Paru Non-Invasif dengan menggunakan Balon Karet sebagai ‘Perangkap DNA’  untuk sampel yang dapat dikirim melalui Pos dari berbagai pulau atau daerah terpencil diseluruh Indonesia.

Sidang terbuka digelar Universitas Indonesia dalam rangka upacara promosi dr. Achmad Hudoyo, Sp.P(K) menjadi Doktor dalam ilmu Biomedik , pada hari Rabu tanggal 10 Januari 2018 di Ruang Auditorium 1 IMERI FKUI, Salemba - Jakarta Pusat.

Penelitian ini  bertujuan mengembangkan metode baru yang murah dan sederhana dan dapat membantu para dokter di daerah-daerah terpencil dalam penatalaksanaan pasien dengan kanker paru, mengingat Indonesia terdiri ribuan pulau yang rata rata telah dihuni oleh penduduk. Penelitian dengan memanfaatkan DNA dan komponen gas dari napas-hembusan pasien, karena pernah diteliti bahwa anjing yang telah terlatih dapat mendiagnosis kanker paru dengan mendeteksi napas-hembusan pasien.

Berdasar hasil penelitian ini, terbukti bahwa materi DNA dapat dideteksi, diekstraksi dan diukur konsentrasinya dari bahan sampel napas-hembusan pasien kanker paru yang ditampung dalam balon karet terkondensasi.  Konsentrasi DNA yang diperoleh dengan metode baru ini tidak berbeda bermakna dibanding sampel yang diperoleh dari darah maupun sputum. Pembuktian ini memberi harapan bahwa metode ini dapat dijadikan model air-biopsy (“biopsy-udara”) sebagai alternatif lain dari liquid biopsy (biopsy-cairan) yang sudah dikenal selama ini.

Selain mudah dalam cara pengiriman sampel genetik untuk pemeriksaan marker biomolekular, yaitu setelah ditransfer ke kertas saring dan dikeringkan dapat dikirim melalui pos ke laboratorium biomolekular,  keuntungan lain sampel dari napas-hembusan ini adalah dapat dilakukan di mana saja, termasuk daerah-daerah terpencil. Dengan demikian sangat membantu baik pasien dan keluarganya serta dokter-dokter di daerah.

Dalam penelitian ini telah dapat dibuktikan bahwa dengan metode dan alat yang sederhana dan murah, napas-hembusan yang ditampung dalam balon karet dapat dijadikan sampel untuk dianalisis menggunakan alat GCMS (Gas Chromatography Mass Spectroscopy), didapatkan kandungan 14 golongan senyawa kimia pada pasien kanker paru maupun pada orang normal. Akan tetapi juga ditemukan 5 jenis senyawa spesifik yang hanya dijumpai pada napas-hembusan pasien kanker paru saja dan tidak ditemukan pada orang sehat.

Dengan demikian metode ini dapat dimanfaatkan untuk skrining kanker paru dikombinasikan dengan metode lain yang sudah direkomendasi secara internasional, yaitu pemeriksaan LDCT (Low Dose Ct-Scan). Seperti kita ketahui bahwa skrining dengan LDCT saja mempunyai kelemahan berupa nilai spesifitas yang rendah. Bila dikombinasi dengan metode ini diharapkan nilai spesifitas atau keakuratan skrining lebih tinggi.

Pimpinan FKUI sangat mengapresiasi inovasi baru ini dan meminta para penelitinya terus menciptakan inovasi-inovasi baru baik dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit  untuk kesejahteraan bangsa dan rakyat Indonesia. (CH)

Narasumber : Public Relations - Faculty of Medicine Universitas Indonesia