Cari Dokter
Artikel
Kamis, 28 juli 2016
“KNOW HEPATITIS, ACT NOW”
“KNOW HEPATITIS, ACT NOW”

 

DALAM RANGKA HARI HEPATITIS SEDUNIA 28 JULI 2016

“KNOW HEPATITIS, ACT NOW”

 

Menurut dr. Maulana Suryamin, Sp.PD-KGEH, Hepatitis adalah suatu penyakit infeksi yang cukup meluas di seluruh dunia. Menurut catatan WHO khususnya hepatitis B menduduki peringkat ke 2 penyakit infeksi  endemik di dunia. Hari Hepatitis perlu diperingati agar kesadaran masyarakat tumbuh tentang penyakit ini, karena saat ini kesadaran pasien hepatitis untuk berobat  masih rendah yang disebabkan sifat Hepatitis B dan C tergolong kronis tidak ada gejala, baru setelah 15 – 20 tahun kemudian muncul sirosis hepatitis yang menyebabkan pasien meninggal.

Hepatitis terbagi dua jenis yaitu hepatitis akut dan kronis. Hepatitis A masuk kedalam jenis  hepatitis akut tetapi dapat sembuh secara sempurna, sedangkan hepatitis B dan C tergolong jenis kronis dengan gejala seperti infeksi virus pada umumnya yaitu demam dan pegal pada tubuh, ketika gejalanya  sembuh virus dalam hati masih tertinggal dan merusak hati secara pelan-pelan sehingga hati menjadi keras dan menjadi sirosis kanker hati, gejala yang ditimbulkan selain demam penderita mengalami muntah darah, perut membesar, kaki bengkak, berat badan menurun.

Jika seseorang mengalami gejala demam, mual dan kuning sebaiknya diperiksa apakah ada hepatitisnya, jika ada hepatitis type apa sehingga dapat diobati. Kendala yang terjadi adalah jika tidak ditemukan gejala penderita malas berobat karena berpikir sudah sehat. Pengobatan hepatitis B dilakukan  1- 2 tahun samapi virus negatif, untuk hepatitis C sudah ditemukan pengobatan terbaru yang dapat sembuh dalam 3 bulan.

Hepatitis dibedakan secara type atau jenis virus bukan dari stadium. Hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman. Setiap orang yang mempunyai riwayat kontak dengan penderita hepatitis B dan C diwajibkan untuk vaksin, karena virus ini menular melalui cairan tubuh atau darah. orang dewasa saat ini diharuskan untuk vaksin karena vaksin baru ditemukan pada awal tahun 90an. Pada bayi sudah dilaksanakan vaksinasi gratis oleh pemerintah.

“Pengobatan untuk hepatitis sudah ditanggung oleh BPJS dari obat sampai vaksin. Obat suntik untuk hepatitis juga sudah masuk dalam BPJS, jadi penderita dapat berobat secara gratis. Untuk obat suntik sendiri jika membayar untuk satu kali suntik sekitar 3,5jt per minggu”.  Ucap dr. Maulana disela-sela wawancara dengan Tim IPH & PKRS.

 

dr. Maualana

Sesi wawancara dr. Maulana Suryamin, Sp.PD-KGEH dengan Tim IPH & PKRS

 



 Baca Juga !!!
Artikel

Pengumuman

^ Kembali ke atas