Cari Dokter
Artikel
Rabu, 27 juli 2016
KENALI DAN CEGAH BAHAYA KANKER KEPALA LEHER
KENALI DAN CEGAH BAHAYA KANKER KEPALA LEHER

 

 

KENALI DAN CEGAH BAHAYA KANKER KEPALA LEHER

dr. Yulvina Sp. THT

SMF THT RSUP Persahabatan

 

Hari Kanker Kepala Leher Sedunia jatuh setiap tanggal 27 Juli. Hari ini diperingati agar dapat digaungkan mengenai kesadaran diri untuk deteksi dini, dengan harapan pasien dapat mengenali gejala secara dini dan berobat dalam stadium dini sehingga angka harapan hidupnya semakin bagus.

Kanker Kepala Leher adalah kanker yang posisinya berada di kepala dan leher. Paling sering dan terbanyak adalah  kanker Nasofaring. Kanker nasofaring terletak di belakang hidung. Gejala pada pasien adalah gangguan pendengaran yang biasanya satu sisi telinga,  pandangan double atau berbayang dua dan mimisan. Tumor ini dapat dilihat bisa dengan pemeriksaan endoskopi hidung. Sangat disayangkan yang banyak terjadi adalah pasien yang berobat sudah dalam stadium yang lanjut yang ditandai dengan adanya benjolan di leher yang disebabkan penyebaran tumor pada kelenjar getah bening leher. 

Saat ini usia muda sudah banyak yang terkena kanker yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minuman beralkohol, seringnya mengkonsumsi ikan asin atau makanan yang diasapkan, polusi udara atau paparan radiasi dan infeksi epstein bar virus (ebv) dan faktor genetika. Mereka yang mempunyai riwayat kanker di keluarga mesti mempunyai kewaspadaan lebih tinggi dan lebih waspada terhadap gejala dini kanker. Pengobatan pada kanker nasofaring adalah kemoterapi dan penyinaran.

Selain Kanker Nasofaring yang banyak terjadi pada Kanker Kepala Leher adalah Kanker Laring. Kanker ini ditandai dengan adanya keganasan yang muncul pada pita suara yaitu area diantara pangkal lidah dan trakea. Faktor risiko yang meningkatkan Kanker Laring ialah merokok dan konsumsi alkohol. Gejala yang muncul adalah terjadinya perubahan suara (suara serak), sulit dan nyeri menelan, batuk, dan muncul benjolan (tumor) di pita suara dan dalam stadium lebih lanjut akan mengakibatkan sesak nafas. Jika pasien mengalami suara serak dan tidak ada perbaikan setelah 2 minggu terapi obat obatan maka harus dilakukan endoskopi pita suara sehingga dapat dilihat ada tumor atau tidak.

Pengobatan pada kanker laring pada umumnya adalah operasi. Pada kanker laring stadium 3 dan 4 dilakukan pengangkatan pita suara secara permanen dan dibuat lubang pada leher secara permanen. Kanker yang terdapat di area tenggorokan lainnya adalah Kanker Orofaring (Rongga Mulut) dan Kanker Hipofaring.

Kanker Sinonasal angka nya saat ini juga mulai meningkat. Kanker tumbuh pada area hidung dan sinus. Gejala yang terjadi adalah rasa tebal dan bengkak pada pipi, mimisan,  dan terkadang juga nyeri pada gigi. Penyebab utama terjadinya kanker ini adalah rokok dan alkohol.

Lainnya yang terdapat pada Kanker Kepala Leher adalah Kanker Lidah. Gejala awalnya adalah sariawan pada satu sisi tidak berpindah selama dua minggu. Bila sariawan pada satu sisi tidak membaik maka harus dilakukan tindakan biopsi untuk menyingkirkan adanya kanker di lidah. Kanker ini disebabkan oleh peradangan berulang yang berasal dari asam lambung dan gigi yang berlubang, rokok, penggunaan sirih di mulut dan infeksi virus papiloma. Gejala kanker ini dapat berupa nyeri di lidah sampai ketelinga, sariawan di tempat yg sama tidak perbaikan dengan pengobatan.

Kanker dapat juga terjadi di telinga. Gejala kanker ini dapat meliputi keluar cairan dari telinga yang bercampur darah, muka mencong dan kadang disertai gejala pusing berputar atau goyang. Kanker gondok juga dapat terjadi di daerah leher bagian depan. Gejalanya dapat  berupa benjolan di leher, kadang suara serak sampai gangguan pernafasan dan gangguan menelan. 

Bila anda menderita adanya benjolan di kepala dan leher, pandangan dobel, mimisan, hidung tersumbat dengan ingusan yang kadang bercampur darah, gangguan telinga satu sisi, keluar cairan dari telinga yang bercampur dengan darah, muka mencong, suara serak yg lebih dari dua minggu tanpa perbaikan dengan terapi dan sariawan pada tempat yang sama lebih dari dua minggu, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menyingkirkan adanya tumor ganas. Mencegah jauh lebih baik dari mengobati. Jikapun sakit, maka lebih baik segera diketahui penyakit tsb apa dan diterapi dalam stadium yang dini. Pada kanker stadium dini, angka keberhasilan pengobatan lebih tinggi dan kualitas hidup lebih baik. 

“Kanker terjadi karena adanya mutasi pada sel dalam tubuh yang berproses tahunan, satu sel yang tidak dikenali oleh sel imunologi  tubuh akan terus berkembang. Untuk mencegah hal ini terjadi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dengan cara CERDIK. C = Cek kesehatan secara rutin, E = Enyahkan asap rokok, R = Rajin aktifitas fisik, D = Diet seimbang, I = Istirahat cukup, dan K = kelola stress. Sosialisasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga juga sering dilakukan oleh RSUP Persahabatan sebagai bentuk kepedulian terhadap Kanker”. Terang dr. dr. Yulvina Sp. THT di dalam wawancara dengan Tim IPH & PKRS.  

 

dr. Yulvina

 

 



 Baca Juga !!!
Artikel

Pengumuman

^ Kembali ke atas