Cari Dokter
Artikel
Selasa, 25 juli 2017
PENGATURAN MAKAN BAGI PASIEN GERD (GASTROESOPAGEAL REFLUX DISEASE )

PENGATURAN MAKAN  BAGI PASIEN GERD (GASTROESOPAGEAL REFLUX DISEASE )

 

Kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit ini diselenggarakan atas kerjasama Instalasi Gizi RSUP Persahabatan dengan Intalasi Pelayanan Humas & PKRS mengangkat topik tentang.

Pengaturan Makan Bagi Pasien GERD” yang dilaksanakan di ruang tunggu Dahlia Bawah dengan narasumber Tri Subiarti, Amg pada hari Selasa, 25 Juli 2017, Pukul 09.00 s/d 10.00 wib.

Kegiatan ini dihadiri lebih kurang 12 pasien keluarga pasien Dahlia Bawah yang sedang menunggu. Dalam kegiatan PKRS ini, diberikan informasi mengenai apa itu GERD, GERD (Gastroesopageal Reflux Disease) merupakan penyakit lambung yang disebabkan refluks asam lambung. Adanya gangguan pada katup penghubung antara lambung dan kerongkongan menyebabkan asam lambung yang semestinya tetap berada di perut naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada. Dengan gejala selain menimbulkan sensasi terbakar di dada. Gangguan ini biasanya juga menimbulkan gejala mirip maag, seperti mual dan kembung. Penderita juga akan merasakan sakit saat menelan, mulut terasa asam, sering bersendawa dan kerap terserang radang tenggorokan.

Penyebabnya adalah refluks asam lambung disebabkan karena berbagai alasan, Gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan buruk dan makanan yang tidak tepat adalah faktor resiko utamanya. Karenanya, untuk pengobatan GERD tidak cukup hanya dengan minum obat. Perbaikan gaya hidup dan pola makan memegang peranan yang sangat penting dalam pengobatan GERD.

Secara alamiah, makanan diolah dalam tubuh melalui alat-alat pencernaan mulai dari mulut sampai usus halus. Lama makanan dalam lambung tergantung sifat dan jenis makanan. Secara rata-rata, umumnya lambung kosong antara 3-4 jam. Maka jadwal makan sebaiknya menyesuaikan dengan kosongnya lambung. Orang yang memiliki pola makan tidak teratur, mudah terserang penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Bila seseorang telat makan sampai 2-3 jam, asam lambung yang diproduksi semakin banyak dan berlebihan. Akibatnya, timbul rasa nyeri. Terjadi refluks dan gejala penyakit lambung dan kerongkongan lainnya.

Cara diet memberi solusi untuk pengobatan GERD. Selain frekuensi makan, setiap orang juga harus makan makanan dalam jumlah yang benar sebagai bahan bakar untuk semua kebutuhan tubuh. Jika kita mengkonsumsi makanan secara berlebihan,  kelebihannya akan disimpan di dalam tubuh dan menyebabkan obesitas ( kegemukan). Selain itu, makanan dalam porsi besar dapat menyebabkan refluks isi lambung, yang pada akhirnya membuat kekuatan dinding lambung menurun dan terjadi GERD. Bagi mereka yang menderita GERD, dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil untuk mengurangi rasa nyeri. Kunyah dengan seksama agar mampu bercampur dengan enzim dan probiotik dalam mulut, sehingga lebih mudah dan dapat dicerna. Diberikan diet Lambung.

Tujuan dan Syarat Diet Lambung. Tujuannya memberikan makanan dan cairan secukupnya, mencegah dan menetralkan pembentukan asam lambung yang berlebihan. Syarat diet, Makanan dalam bentuk lunak dan mudah dicerna, porsi kecil tapi sering. Hindari mengkonsumsi makanan yang merangsang lambung seperti asam, pedas, terlalu panas / dingin. Cara pengolahan makanan direbus, kukus, panggang dan tumis.

Makanan yang harus dihindari seperti, makanan pedas dan makanan asam, makan yang sulit dicerna dan makan yang mengandung gas.

Tips untuk mengurangi & mencegah terjadinya GERD diantaranya 1. Kenakan pakaian longgar, karena pakaian ketat bisa menyebabkan naiknya asam lambung. 2. Perbaiki postur tubuh agar tetap tegap. Kebiasaan buruk, seperti berbaring, duduk membungkuk terutama setelah makan, akan membuat asam lambung naik. Dengan posisi tegap dapat membantu mendorong makanan turun ke perut. 3. Jangan langsung tidur setelah makan. Usahakan tidur 2-3 jam setelah makan agar makanan tercerna lebih dulu dan sudah turun ke usus. Saat tidur, naikkan posisi kepala tempat tidur sekitar 6-10 inchi dari tubuh. Kalau kita berbaring datar dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

4. Tidur menyamping / miring. Tidur menyamping ke sisi kiri atau kanan bisa menekan rasa sakit akibat naiknya asam lambung. Sebaiknya, tidur tengkurap malah akan memperburuk asam lambung. 5. Kontrol Berat badan, untuk mencapai berat badan ideal karena kegemukan akan memberi tekanan ekstra pada spinter gastroesopageal. 5. Lakukan olahraga secara teratur sesuai kemampuan. Dengan berolahraga, maka tubuh banyak berkeringat karena terjadi pembakaran lemak dalam jumlah yang besar. Selain itu, olahraga juga membuat tubuh rileks, sehingga akan menekan hormon stres. Sebaiknya lakukan olahraga di pagi hari, sebab produksi asam lambung pagi hari adalah akumulasi asam lambung yang menumpuk sejak semalam.

 PKRS Gizi 25.7.2017 (1)

PKRS Gizi 25.7.2017 (2)



 Baca Juga !!!
Artikel

Pengumuman

^ Kembali ke atas